Featured Post

HATI YANG LAPANG


SAAT MENGHADAPI MASALAH 

Terkadang kamu memperhatikan ada orang yang penuh dengan beban dan diliputi dengan masalah yang banyak, namun saat kamu lihat dia begitu tenang menghadapinya, bahkan masih bisa tersenyum kepadamu.

Disisi lain ada orang yang begitu cepat marah, tidak sabaran. serasa sempit hidup, dan sangat pendek pemikirannya. setiap masalah dihadapi dengan emosi pada akhirnya justru merugikan dirinya bahkan orang yang berada disekitarnya.

Sahabatku, semua itu tak lain adalah perihal hatinya, ketika hati itu lapang SubhaanAllah begitu kecil masalah di pelupuk matanya.Masalah yang besar menjadi remeh dan kecil. Bukan karena menyepelekan dan tanpa usaha, Dia tahu Allah Subhaanahu Wa Ta'aala tidak membebani seorang hamba diluar batas kemampuannya. Dia menerima dengan lapang dada lalu berusaha menyelesaikan masalah yang ada. Mulailah iya melepas benang-benang yang kusut, mengurai setiap sudut masalah hingga selesai dengan indah.

Juga karena dia selalu bergantung kepada Rabbnya, sekecil apapun masalah yang dia hadapi. sebagaimana didalam dzikir Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Ya Allah dan janganlah kau serahkan kepadaku urusanku tanpa mendapat petolongan dari-Mu sekecil apapun itu". (Dzikir Pagi Petang)

Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, betapa banyak ujian dan cobaan kesedihan semuanya, beliau rasakan didalam kehidupannya.
Lahir dalam keadaan yatim bahkan saat masih kecil sudah ditinggalkan penopang kehidupan dan sandaran hidup beliau, saat sudah memiliki anak berapa putra beliau yang meninggal. belum lagi saat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam harus mendapat cacian dan disakiti itu karena kamu tahu sahabatku,

Bahwa seberat-berat ujian adalah para Nabi, kemudian yang semisal dengannya dan yang semisal dengannya.

Karena itu Allah berikan karunia dada yang lapang untuk Nabi-Nya yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Allah Subhaanahu Wa Ta'aala berfirman : "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?" (QS Al-Insyirah 1)

As Se'dii rahimahullah menafsirkan ayat ini beliau berkata : "Telah Kami luaskan dadamu menerima syari'at agama, berdakwah kepada Allah, berhias dengan akhlakh yang mulia, semangat terhadap akhirat, kemudahan untuk berbuat kebaikan maka dada itu tidak sempit, mudah untuk berbuat baik dan kamu dapati iya begitu luas". Tafsiir As se'di rahimahullah


Diantaranya secara hissi nampak jelas yaitu dibelahnya dada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya beliau dibelah dadanya empat kali


PERTAMA 
saat masih kecil maka beliau tumbuh dalam penjagaan dan dari gangguan setan

KEDUA
disebutkan yaitu saat beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berusia sepuluh tahun

KETIGA

Saat beliau diutus menjadi Nabi sebagai bentuk tambahan kemuliaan agar supaya lebih mudah menerima wahyu dalam keadaan bersih dan paling sempurnanya.

KEEMPAT

Saat kejadian Isra' Mi'raj menerima wahyu diwajibkannya shalat lima waktu

Maka dari itu Rasulullah adalah manusia yang paling lapang dadanya, yang memiliki jiwa paling baiknya. dinukil dari syarah "Al Urjuzah Miiyah Syaikh Abdur Razzaq al badr hafidzahullah" hlm 27

Semoga kamu dan kita semua dapat mengambil pelajaran ya dari lapangnya dada dan pengaruhnya 

No comments for "HATI YANG LAPANG "