Featured Post

MENGAMBIL PELAJARAN DARI KISAH UMAR


Banyak dari manusia mengeluh dan meratap yang tidak baik, bahkan wal iyyadzubillah bisa jatuh dalam menyalahi takdir dan ketentuan. saat mengalami kesedihan dimasa lalu, meratapi kejadian dimasa dulu, ia berkata : "Kenapa ini terjadi padaku?" seakan masalah hanya datang padanya, dan memandang musibah yang menimpanya lebih berat dari semua orang

Allahul Musta'aan, Semoga kisah ini menyadarkan, bahwa banyak diluar sana saudara kita butuh sesuap nasi untuk mengganjal perutnya yang lapar. banyak saudara kita menangis karena tak bisa membawa pulang uang untuk keluarganya. Ya Allah Ampunilah kami dari keburukan diri

KASIH SAYANG UMAR TERHADAP RAKYATNYA

Umar selalu perhatian dengan urusan rakyatnya, perkara kecil hingga yang besar.
Di suatu malam beliau bersama budaknya Aslam keluar di malam hari ke harroh(tempat lapang di Madinah)

Tiba-tiba mereka melihat ada Api yang dinyalakan
Berkata Umar : "Wahai Aslam , aku tidaklah mengira kecuali itu adalah seorang yang menempuh perjalanan yang istirahat karena malam datang dan dingin melingkupi.

Saat sampai ke tempat api, ternyata ada wanita bersamanya anak-anak yang menangis merengek karena kelaparan, Ibu itu telah membuat tungku diatasnya ada panci memasak air, supaya membuat mereka (anak-anak) diam dan tertidur

Maka Umar berkata :"wahai pemilik cahaya, beliau segan memanggil wahai pemilik api, Assalaamu'alaikum : "Apa yang terjadi, dan kenapa anak-anak ini menangis?"

Berkata wanita : "mereka menangis karena lapar,
Umar bertanya : "Lalu apa yang ada didalam panci ini?
Wanita itu menjawab : "air yang aku masak, supaya menenangkan mereka, mengelabuhi agar mereka kira aku memasakkan makanan untuk mereka hingga mereka tidur.

Demi Allah, urusanku antara aku dan Umar!
Umar berkata : semoga Allah merahmatimu, bagaimana Umar tahu keadaanmu?

Wanita itu berkata : Apakah dia menjadi pemimpin kami, lalu menelantarkan kami?

Maka Umar pun menangis, kemudian kembali dan membawakan lemak (kulit) dan gandum.
Dan berkata kepada Aslam :" Angkatkanlah ke punggungku!

Aslam berkata : Aku yang akan membawakannya untukmu wahai Amirul mukminin

Umar berkata :" kau mau menanggung dosaku di hari kiamat?"
Maka Umarpun membawanya sampai ke wanita tadi, dan membuatkan mereka makan,sampai meniup dibawah panci hingga asap itu keluar dari balik jenggotnya Umar,hingga makanan pun matang, lalu Umar menurunkan panci dan menuangnya di piring mereka, maka anak-anak bisa makan sampai kenyang, dan tertawa bahkan sampai bermain gulat dengan umar,

Wanita pun berkata : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, kau lebih pantas dibandingkan Umar.

Umarpun berkata padanya : "Ucapkanlah ucapan yang baik."

Semoga dapat diambil pelajaran

Sumber : https://youtu.be/2-2o5gEDZ2M

***
Diselesaikan malam hari di Pulogebang, Cakung, Jaktim 7 Syaban 1441 H

#Writefromhome
#Day8