Featured Post

HARI-HARI KEHIDUPAN



Diberi kehidupan sampai sekarang ini, sungguh nikmat yang tak terkira. Perjalanan dan lika-liku kehidupan mengiringi langkahmu lebih dekat di hari akhir kehidupanmu.

Iya ada awal pasti ada akhir itulah kehidupan dunia, jangan kamu mengira akan tinggal selamanya.
ada yang telah meninggalkan kamu diusianya yang muda, ada pula seorang yang sudah tua tak bisa apa-apa masih menunggu gilirannya. Semua ini menunjukan bahwa kematian itu pasti.

KEMATIAN ITU PASTI DATANG

Allah Subhaanahu Wa Ta'aala berfirman yang artinya : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan". (Qs Al Ankabut 57).

Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya : "Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (Qs Al Jumu'ah 8)

Jika demikian keadaannya, seorang yang pintar akan mempersiapkan dengan baik bekal menuju tempat yang kekal. memaksimalkan kesempatan walau di akhir-akhir hayatnya.

SIAPA ORANG YANG CERDAS ITU?

Orang yang cerdas bukan yang ahli dalam akademik diatas kertas, yang bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, lalu siapa orang yang cerdas sebenarnya?

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya : "Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas? Beliau menjawab : "Yang paling banyak mengingat mati, kemudian paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang paling cerdas.
[HR. Ibnu Majah]

Ternyata sulit ya menjadi cerdas menurut Rasulullah, betapa banyak kelalaian yang dilakukan, sudah berapa banyak dosa yang diperbuat. Namun harus terus kamu renungi masalah ini, apa yang sudah aku persiapkan, apakah bekalku sudah cukup atau belum? 

SOLUSI AGAR DITUTUP DENGAN KEBAIKAN

Ada cerita Al Hasanul Bashri rahimahullah, pernah menjumpai seorang laki-laki yang masih suka lalai dalam kewajiban agama, ketika ditanya: "Berapa usiamu?" Ia menjawab : "60 tahun"
Al Hasanul Bashri berkata : "Tidakkah kamu tahu bahwa kamu sedang berjalan, dan hampir sampai di penghujungnya? (kematian) 
Inna lillahi wa innaa ilaihi rooji'uun sahut lelaki tersebut. Al Hasanul Bashri kembali bertanya :"Apakah kamu tahu apa maknanya?" Ia menjawab : tidak.
Berkata Al Hasanul Bashri : maknanya adalah "kita ini milik Allah, kalau kita tahu itu maka kita akan kembali kepada-Nya, dan jika kita tahu akan kembali, kita pasti akan ditanya? sudahkah menyiapkan jawaban?

Lelaki itu terdiam lalu berkata :'lalu apa yang harus saya lakukan?"
Berkata Al Hasanul Bashri : "Perbaikilah apa yang tersisa dari (umurmu) Allah akan ampunkan apa yang telah berlalu"


Jika ini hari terakhirku, semoga Allah tutup dengan kebaikan (dibaca Husnul Khatimah)
dan hakekatnya adalah : "kau mati dalam kondisi taat kepada Allah" seperti apapun keadaan akhirmu.

Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita, dan memberi kita istiqamah hingga akhir hari-hari kehidupan, dan Allah tutup kita disaat kita berada dalam ketaatan.




***

Diselesaikan malam hari di Pulogebang, Cakung, Jaktim 13 Syaban 1441 H

#Writefromhome
#Day14
#Lastday