Featured Post

MENCINTAI SECUKUPNYA



Hati mana yang tak bahagia saat bertemu tokoh idola, banyak lisan memujinya. orang mengantri ingin mendapat perhatiannya. bahkan rela berkorban banyak hal hanya untuk menyalurkan kecintaan ini.

Aku tak perlu memberi contoh, jiwa muda pasti tahu, cinta bersemi di pagi hari, hati bagai bunga siap mekar menghiasi hari, namun ternyata akhirnya sedih, kecewa membuatnya hilang arah, hingga sakit itu sulit untuk hilang karena terlalu dalam menetap di hati.

CINTAILAH APA YANG ALLAH CINTAI

Cintailah apa yang Allah cintai maka hati akan tenang, tidak tersiksa dengan kekecewaan, seorang lelaki yang mencintai wanita yang ia suka dari Agama, kecantikannya, bahkan kedudukannya yang mulia, selama ia mampu maka segeralah untuk menikahinya. itulah cinta dalam bingkai rumah tangga yang Allah ridhoi dan cintanya akan bertahan lama.

Jika cinta harta membuat buta pada sesama yang saat ini banyak orang bermegah-megahan dan memamerkan hartanya, membuat orang miskin terluka hati mereka, bisa jadi banyak hak-hak mereka yang tak kamu tunaikan, maka jadikan hartamu berberkah dan bermanfaat untuk sesama, menyedekahkannya, itu akan menumbuhkan kecintaan manusia tanpa menyakiti hatinya.

Seandainya cinta kedudukan dan pangkat sosial yang kamu inginkan dan mempertahankan dengan segala upaya untuk tetap dihormati dan dipandang, cobalah untuk membuatnya bermanfaat dalam menjaga keamanan saudara kaum muslimin, membela hak-hak mereka.

BERLEBIHAN PADA SEMUA HAL ITU BURUK

Berlebihan dalam makan, minum, tidur berbicara, kumpul-kumpul, tertawa, maka segala sesuatu jika berlebihan, maka akan mempengaruhi hati pemiliknya pada perkara-perkara yang jelek.

"Dua sifat yang membuat hati itu keras, banyak ngomong dan banyak makan". (Fudhail bin Iyyadh rahimahullah)

"Kekenyangan itu akan membuat badan itu berat, membuat hati itu keras, menghilangkan kecemerlangan dalam pikiran, mendatangkan kantuk, melemahkan seorang dari Ibadah". (Imam Asy Syafi'i rahimahullah)

Dinukil dari Buku Amalan Hati Syaikh Khalid Sabt hafidzahullah.


ADA CINTA YANG TIDAK BOLEH SECUKUPNYA

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tidak boleh setengah-setengah bahkan harus diberikan kecintaan yang paling utama adalah untuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.

Umar Bin Khaththab radhiyAllahu 'anhu pernah berkata kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri". Rasulullah pun menjawab : "Tidak, Demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri" maka berkata Umar, "demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri:. [HR. Bukhari]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak dianggap sempurna imannya sampai aku lebih ia cintai daripada orang tua, anaknya dan seluruh manusia". [HR. Bukhari]


Jagalah cintamu dengan sewajarnya pada hal yang diperbolehkan dan menjadi kesenanganmu, namun cintailah Allah dan Rasul-Nya dengan kecintaan yang sempurna hingga kelezataan iman kau rasakan begitu manisnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman. (1) Barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, (2) Apabila mencintai seseorang ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan ia sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Api Neraka" [HR. Bukhari dan Muslim].







***
Diselesaikan malam hari di Pulogebang, Cakung, Jaktim 9 Syaban 1441 H


#Writefromhome
#Day10