Featured Post

REVIEW BUKU ADAB PENUNTUT ILMU

ADAB & AKHLAK PENUNTUT ILMU



Bismillah

Buku yang kita bahas di kesempatan kali ini adalah buku yang sangat penting, penting bagi kaum muslimin pada umumnya, lebih khusus lagi bagi mereka para penuntut ilmu agama.
Buku ini ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullahu Ta'ala

Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apapun
(kutipan penulis buku dari Tafsir Al-Qurthubi). 

Namun tanpa Adab & Akhlak yang baik, akan kurang bermanfaat ilmu yang ia sandang, kurang berkah ilmu yang dikumpulkan. Bahkan bisa menjadi sebab pemiliknya masuk dalam golongan yang pertama kali dipanggang di Api Neraka Wal Iyyadzubillah.

Buku ini "Adab & Akhlak Penuntut Ilmu" 
Beliau Ustadz Yazid hafidzahullah membawakan 12 Bab yang diawali dengan Muqaddimah yang sangat penting mengenai Kewajiban seorang Muslim menuntut ilmu Agama

Hukum menuntut Ilmu Agama ada dua :
1. Pertama : Wajib Hukumnya yaitu ilmu tentang shalat, zakat, dan puasa
2. Kedua : Hukumnya Fardhu Kifayah seperti ilmu tentang hukum peradilan, qisas dan semisalnya.

BAB 1 
Keutamaan Menuntut Ilmu 
Penulis membawakan dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan adab & akhlak menuntut Ilmu berupa kesempurnaan iman, salah satu amalan pemberat timbangan dan selainnya, juga penulis membawakan ucapan para As Salaf dalam bab ini salah satunya ucapan Imam Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata : 

كانوا يتعلمون الهدي كما يتعلمون العلم

"Dahulu mereka (shalafus shalih) mempelajari petunjuk Nabi (tentang adab) sebagaimana mereka belajar ilmu” 

Adab & Akhlak Penuntut Ilmu


BAB 2 
Adab-adab utama seorang muslim dalam menuntut ilmu syar’i :
  1. Ikhlas 
  2. Membersihkan hati dari akhlak yang buruk 
  3. Memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aala
Diantara Doa-doa memohon ditambahkan ilmu yang bermanfaat : 

رَبِّ زِدْنِي عِلمًا 

Rabbi Zidni ‘Ilmaa
“Wahai Rab-ku tambahkanlah ilmu kepadaku”

اللهم إني أسألك علما نافعا، ورزقا طيبا وعملا متقبلا 

Allohumma Inni As Aluka Ilman Naafi’aa, Wa Rizqon Thoyyibaa, Wa ‘Amalan Mutaqobbalaa
“Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, riski yang halal, dan amalan yang diterima”

اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع، ومن قلب لا يخشع، ومن نفس لا تشبع، ومن دعوة لا يستجاب لها 


Allohumma Inni A’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa
"Ya Allah Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu',  nafsu yang tidak pernah puas, dan do'a yang tidak dikabulkan".

        4.Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu dalam mendapatkannya
Penulis mengutip ucapan Yahya bin Abi Katsir rahimahullah : 

لا يستطاع العلم براحة الجسم 

"Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai”

        5.Memulai dengan mempelajari Al-Qur’an
memprioritaskan Al-Quran dari membacanya, menghafal dan mentadaburinya, lalu dilanjutkan dengan menghafal hadits-hadits yang shahih 

        6.Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat
seorang terhalang dari ilmu yag bermanfaat disebabkan karena dosa dan maksiat

        7.Memanfaatkan usia muda dalam menuntut ilmu
        8.Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu
Penulis menukil ucapan Imam Mujahid bin Jabr rahimahullah : 

لا يتعلم العلم مستحي ومستكبر 

“Tidak akan mendapatkan ilmu orang malu dan orang yang sombong”

        9.Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan Syaikh, Ustadz, Guru
        10.Diam ketika pelajaran disampaikan
        11.Berusaha memahami Ilmu yang disampaikan
        12.Menghafalkan Ilmu Syar’i yang disampaikan
        13.Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan
        14.Mengamalkan Ilmu Syar’i yang telah dipelajari 

Penulis membawakan ucapan Ibnu Mas’ud radhiyAlahu ‘anhu:

تعلموا فإذا علمتم فاعملوا 

“Belajarlah kalian, belajarlah kalian. Apabila kalian telah mengetahuinya, maka amalkanlah”

        15.Mendakwahkan Ilmu
Penulis membawakan permasalahan penting berkaitan tentang dakwah, bahwasanya dakwah harus berlandaskan ilmu. seorang da’i harus mengetahui hukum syar’i, cara berdakwah dan mengetahui keadaan orang yang menjadi obyek dakwah

Dakwah yang paling utama adalah :
Keluarga dan kerabat kita. Selanjutnya saudara, teman, dan tetangga dan orang-orang terdekat kita terlebih dahulu.

        16.Memilih teman yang baik 
Bisa jadi seorang terhalang dari mendapatkan ilmu yang bermanfaat, karena sebab teman duduk yang jelek, berhati-hatilah dalam memilih teman.

Setelah itu penulis membawakan Adab-Adab yang lebih umum ditujukan kepada seluruh kaum muslimin, namun beliau bawakan dikitab beliau ini sebagai pelengkap bahwa penuntut ilmu harus menjadi yang terdepan dalam mengamalkannya dibandingkan kaum muslimin yang masih awwam karena ia menyandang ilmu, tidak pantas penuntut ilmu melalaikannya.

Adab kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala, Adab kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
Adab terhadap kedua orang tua dan penulis sebutkan keutamaan dan ganjaran berbakti kepada kedua orang tua, bahkan penulis sebutkan bentuk-bentuk berbakti kepada kedua orang tua dan juga kebalikannya penulis sebutkan bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua secara rinci.

Kemudian penulis membawakan bab berkaitan tentang Adab terhadap diri sendiri, hendaknya penuntut ilmu mensucikan dirinya luar dan dalamnya, menjauhi segala penyakit hati agar berkah ilmunya
menghiasi diri dengan rasa takut kepada Allah Ta'ala. Kemudian Adab seorang penuntut ilmu terhadap karib kerabat, tetangga dan masyarakat, saat berada di masjid ataupun dirumah, adab penuntut ilmu terhadap waktu.

Waktu yang Allah berikan lebih mahal dari emas karena ia adalah kehidupan bagi kita, seorang penuntut ilmu tidak layak menyia-nyiakan waktu luangnya untuk bercanda, bergurau, bermain-main, dan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat karena ia tidak akan pernah bisa mengganti waktunya yang telah berlalu 

Penulis hafidzahullahu Ta'ala juga memiliki buku tersendiri berkaitan dengan waktu yang berjudul "Waktumu dihabiskan untuk Apa?" In syaa Allah akan kita Review pada waktunya

Di Bab akhir pembaca akan diajak untuk menginstrospeksi diri perkara-perkara apa yang wajib dijauhi oleh seorang penuntut ilmu. ini pembahasan yang sangat penting, dimana banyak kita ketemukan penuntut ilmu yang lalai dalam hal ini, betapa indahnya nasehat di akhir buku beliau hafidzahullah 

Diantara kesalahan yang wajib dijauhi penuntut ilmu : 

        1.Hasad (Dengki/Iri)
"Hasad adalah kebencian seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain"

        2. Berfatwa tanpa ilmu
        3. Sombong
        4. Fanatik terhadap madzhab dan pendapat
        5. Merasa Alim (mampu) sebelum layak
        6. Buruk sangka
        7. Bertengkar dan debat kusir
        8. Futur dalam menuntut ilmu
Penulis bawakan sebab-sebab seorang futur dan menyebutkan obatnya

Buku dengan ukuran 14,5x21 cm dengan format softcover 170 halaman ini semakin spesial karena penuh dengan dalil, begitu ilmiyah dan bersumber dari sumber-sumber yang terpercaya diterbitkan oleh Pustaka At-Taqwa.



-----------------------------------------------------
Diselesaikan pada hari Rabu, 1 Dzulhijjah 1441 H di Jakarta Timur

Penulis : Aditya Bahari

1 comment for "REVIEW BUKU ADAB PENUNTUT ILMU"

  1. MasyaAllah dijelaskan dengan sangat rincin.
    Dari setiap buku memiliki perbedaan sendiri meski banyak sekali buku yang menjelaskan ttg menuntut ilmu.

    ReplyDelete

Post a comment